Jumat, 25 Juli 2014 05:39 WIB

LAST UPDATE

Test

Jumat, 27 Desember 2013 11:06 WIB

Tes BRT Juken 2 di Yamaha Mio J, Mau Ekonomis Atau Performa?


Cibinong - Akhirnya ECU standalone BRT Juken 2 untuk Yamaha Mio J dan saudara-saudaranya. Artinya bisa juga untuk matik Yamaha yang pakai mesin sama. Yaitu Mio GT, Soul GT dan X-Ride. Sebelumnya, di line up skutik, Juken 2 sudah ada untuk Honda BeAT FI dan Scoopy FI.

Sedang model lainnya ada Supra X125 Helm in, Verza bahkan V-Ixion. Dipasaran Juken punya pesaing a-Racer dan Iquteche. “Fitur dan harga sama,” buka Tomy Huang, direktur BRT. Bicara harga untuk Mio J Rp 625.000, “Remote bisa dibeli terpisah Rp 250 ribu,” imbuh Tomy.

Fitur Juken 2 di antaranya programmable (bisa diatur kurva suplai bensin dan pengapian, limiter, injection timing dan kalibrasi TPS), bisa sebagai alat diagnostic, ada E-Map atau easy map, ada 3 memori fuel map, ada 5 memori ignition map, dual band dan terakhir ada jet fuel.

Meski bisa diatur ulang setingannya sesuai ubahan mesin, BRT tetap membawakan dua mapping standar. Konon kabarnya, mapping ini saja sudah mampu meningkatkan performa pada motor standar. Yuk langsung kita tes saja!

Pengetesan di motor Mio J standar, bahkan tergolong motor baru yang jarang dipakai. Pengujian pakai dynamometer Dynojet 250i milik BRT. Dilakukan 3 kali pengukuran; standar, map 2 dan map 1. Sengaja map enggak diubah, karena ingin tahu performa jika dipasang PnP. Untuk pemakai motor yang sudah dioprek, kalau ingin maksimal tinggal atur pasokan bensin lewat E-Map.

Pertama diukur performa pakai ECU standar. Hasilnya terbaca tenaga 6,08 dk/6.450 rpm dan torsi 5,14 ft-lbs/5.950 rpm. AFR (air to fuel ratio) rata di 13:1. “Putaran mesin mentok di 9.300 rpm,” tunjuk Baron, R&D BRT yang jadi operator saat tes.

Nah sekarang colok Juken, “Map default saat konektor terpasang berarti di map 2,” terang Baron. “Map 2 untuk yang ingin performa tetap enak tapi juga irit,” imbuh Tomy. Kalau konektor dual band dicopot artinya jadi map 1, ini untuk yang doyan performa, suplai bensin diset lebih banyak.

Konektor terpasang jika map default pakai map 2
 
Pertama tentu coba map 2. Hasilnya terlihat tenaga naik jadi 6,58 dk/6.650 rpm dan torsi 5,36 ft-lbs/6.200 rpm. Kendati performa naik, ternyata AFR jadi lebih kering di kisaran 13,5-14:1. Putaran mesin bisa tembus 10.000 rpm.

Lanjut tes map 1, dengan cara melepas konektor dual band tentunya. Performanya ternyata naik jadi 6,66 dk/6.700 rpm dan torsi 5,43 ft-lbs/6.200 rpm. Sesuai kata Tommy, map 1 dibikin untuk mengejar performa, makanya AFR jadi di kisaran 12,5:1. Putaran mesin tembus 10.000 rpm.
 
Grafik Mio J, standar AFR rata di 13:1

Data pengetesan Mio J:
Standar:
power 6,08 dk/6.450 rpm dan torsi 5,14 ft-lbs/5.950 rpm
Juken Map 2: power 6,58 dk/6.650 rpm dan torsi 5,36 ft-lbs/6.200 rpm
Juken Map 1: power 6,66 dk/6.700 rpm dan torsi 5,43 ft-lbs/6.200 rpm

Penulis : OTO-Aant | Teks Editor : Popo | Foto : OTO-Aant

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Top Speed Yamaha R25 di Sirkuit Sentul

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top