Rabu, 23 Juli 2014 19:53 WIB

LAST UPDATE

Modifikasi

Kamis, 09 Mei 2013 13:27 WIB

Honda BeAT, Nih Rahasia Jawara Kelas Matic 130 cc Tune up


Bram Prasetya yang pembalap tim CLD Bonaharto Apry XL EM-Push TKRJ, berhasil berdiri di podium pertama kelas Matic 130 cc Tune up Open. Iya, dalam event bertajuk Pertamina Enduro Comet KYT R9 BRT The Master of Matic Race Championship 2013. Memamakai Honda BeAT, balap digeber di Sirkuit Sentul Karting, Bogor, Jawa Barat, dua minggu lalu.

Untuk berada di barisan terdepan dan finish dengan predikat juara, tentunya punya trik tersendiri. “Bagian mesin kita maksimalkan dan didukung dengan suspensi yang bagus untuk melahap sirkuit Sentul ini,” bilang Mansuri, mekanik yang kebagian seting besutan Bram Prasetya.

Urusan engine mengikuti kelas 130 cc, kapasitasnya dibikin bengkak. Piston mengaplikasi diameter 55 milimeter. Dipadukan dengan stroke standar yang 55 mm. Kalau dihitung dengan rumus volume silinder jadinya 130,6 cc. Lewat dong bro dari 130 cc?

Aplikasi piston ini, diseting mendem 1 milimeter dari bibir silinder. Ukuran mendem 1 mm dibikin untuk durability menghadapi pertempuran di atas sirkuit sebanyak 15 lap. Perbandingan kompresi mesin, dibikin lebih padet. Jadi 13,1 : 1. “Tentu perbandingan kompresi ini untuk setingan penggunaan Pertamax dengan ron 92,” aku Suri, panggilan akrab Mansuri yang bukan sodaranya Mansur S.

Head diubah model bathub, dijejali klep in 23 mm dan ex 28 mm. Sedangkan untuk mendorong buka-tutup klep, durasi kem dibikin jadi 275 derajat.

Buat atur debit bahan bakar, turun di seri pembuka Matic Race ini kebagian riset karburator baru. “Di event ini kita pakai karburator merek X1R diameter venturi 28 mm. Baru dan masih riset. Untuk daleman, pakai pilot-jet 130 dan main-jet 30,” papar Suri yang masih  belum tahu asal produk ini dari negara mana.

Mesin sudah mantap. Giliran ngomongin suspensi. Untuk melahap corner yang dimiliki Sirkuit Gokart Sentul, suspensi dibikin naik-turunnya lebih lambat. Agar, gejala bumpy bisa diminimalisir.

“Agar naik-turun lebih smooth, sok depan ikut dicustom. Lubang tempat masuknya oli ke sulingan, digeser ke atas dan diameternya dibikin kecil. Sehingga sedikit menyumbat aliran oli. Hasilnya naik-turun jadi lambat. Sedangkan sok belakang, pakai produk aftermarket dari Daytona. Intinya, mesin dan suspensi harus bisa bersinergi,” cetusnya.

Okelah kalau begitu. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban: FDR 80/90-16
CDI: BRT Prodrag
Knalpot: CLD
Roller: CLD
Sok belakang: Daytona

Penulis : Panji | Teks Editor : KR15 | Foto : Yudi, Panji

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Top Speed Yamaha R25 di Sirkuit Sentul

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top