Kamis, 17 April 2014 02:05 WIB

LAST UPDATE

Tematis

Rabu, 01 Mei 2013 15:30 WIB

Sok Teleskopik VS Upside Down, Dicipta Sesuai Konsep


Di pasaran sokbreker, belakang banyak pilihan merek dan tipe. Standar, variasi hingga kompetisi. Tapi, peredam kejut depan, hanya ada 2 model sok yang kita sering dengar. Model teleskopik dan upside down.

Lantaran cuma ada dua model, apa yang membedakan dari keduanya. Apa sistem kerjanya, kelebihan dan kekurangan selain desain yang menarik. Biar lebih jelas, mending ditanya saja. Imam Susanto, mantan mekanik Kawasaki Sumber Buana Motor Purwokerto, menuturkan fungsi sok biasa dan upside down sama. Meredam kejut dan menyetabilkan tunggangan.

Yang bedakan cara kerjanya. “Sok biasa, kompresi pipa telespoik yang terikat di segitiga ditahan pegas di dalam pipa. Lalu reboundnya diatur sirkulasi oli lewat pipa suling di dalam tabung yang terhubung ke as roda depan,” imbuh Imam yang kini buka bengkel Dokmot Corner di Jl. Raya Tegalpingen, Pengadean, Purbalingga, Jawa Tengah.

Tipe upside down, justru tabungnya terikat di segitiga. Sementara pipa teleskopik yang diameternya lebih kecil dari tabung, terikat pada adaptor as roda depan. Maka yang sering kelihatan gerak pipanya, bukan tabung seperti di motor sport, bebek atau skubek standar.

Model sok model upside down yang sudah diusung beberapa pabrikan motor besar ternyata juga beda konstruksi dan prinsip kerja. Contoh upside down Kawasaki D-Track yang pernah dibongkar Imam.

“Antara sok kanan dan kiri itu beda konstruksi. Yang kanan buat rebound, dan bagian kiri untuk kompresi. Tapi, keduanya sama-sama ada setelan empuk-keras, cepat-lambat dan preload-nya,” imbuh Imam yang juga membedakan antara upside down beberapa produk variasi dengan asli, ternyata sama seperti sok teleskopik cuma beda pemegangnya.

Makanya sok upside down asli dibikin seperti itu pastinya punya kelebihan. “Diameter pipa dan tabung lebih besar menjadikan struktur lebih kuat. Sehingga lebih tahan menahan beban, getaran juga rigid. Dimana spek ini diperlukan untuk menahan motor berkecepatan tinggi atau beban berat,” timpal Kunto Hayadi from HKR Custom di Jl. Cipete Dalam II, Cipete, Jakarta Selatan.

Contohnya motorsport atau motorcross yang kini banyak aplikasi upside down. Hanya saja, konstruksi sok motor beda genre ini dibedakan dari panjang-pendek pipa teleskopiknya.  (motor.otomotifnet.com)

Penulis : KR15 | Teks Editor : KR15 | Foto : Endro

Tematis Lainnya

MOTORtv

JW Player goes here

Sang legenda Vespa Primavera hadir di Indonesia

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top