Kamis, 18 Desember 2014 14:11 WIB

LAST UPDATE

Test

Jumat, 04 Januari 2013 16:25 WIB

Test Ride Honda CB150R StreetFire, Tetap Responsif


Kalau sebelumnya puas ngebut bersama CB150R StreetFire di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, kini saatnya membawa motor sport terbaru Honda ini ke jalanan. Kami sempat beraktifitas berhari-hari bersama motor yang dijual Rp 22,35 jutaan ini. Hasilnya, ada beberapa pengalaman baru yang patut di-sharing.

Fitur
CB150R Streetfire yang kental dengan gaya naked bike ini memang terlihat keren, rangka tralis yang sengaja dipamerkan pada motor ini membuatnya eye catching. Tak ayal, kami pun harus berkali-kali menjelaskan pada orang-orang yang penasaran dan bertanya di jalan. Hehee..

Sepanjang perjalanan beberapa hari ini pula, bisa disimpulkan kalau indikator digital di panel sebelah kanan memiliki visibilitas baik. Di siang hari, enggak silau meski terpapar matahari langsung dari atas. Di malam hari, sorot backgroud berwarna orange-nya membuat mudah dibaca.

Spion yang punya desain mirip spion Tiger dan New MegaPro juga tergolong baik, tetap jelas dan tidak getar meski di kecepatan tinggi. Giliran tutup tangki yang jadi perhatian, meski secara fungsi tidak ada masalah, proses buka-tutupnya tetap mudah tapi desainnya nampak kurang sporty.

Rumah kunci yang sudah dilengkapi dengan penutup bermagnet memang sangat fungsional, sayangnya belum otomatis tertutup ketika anak kunci dicabut. Masih harus menggeser tuas kecil yang ada di samping lubang kunci. Repot dikit enggak papa deh, yang penting aman!
Handling
Sedikit mengulang impresi riding position pada sesi test sebelumnya. Ada yang berbeda, kalau sebelumnya lebih sering memposisikan badan merunduk karena ngebut di Sirkuit Sentul, kali ini benar-benar di jalanan yang posisi duduknya selayaknya berkendara sehari-hari.

Setelah mencoba berjalan dalam jarak tempuh panjang dan waktu berkendara lama, terasa juga kalau paha bagian dalam terasa terganjal. Bisa jadi ini karena desain bagian belakang tangki terlalu lebar. 

Meski begitu, posisi setangnya terbilang nyaman. Meski tidak setegak New MegaPro tapi posisi badan tidak terlalu membungkuk, tumpuan badan juga tidak membebani pergelangan tangan.
Kenyamanan juga bisa dirasakan boncenger. Jok belakangnya cukup lebar dan empuk, sudut kaki pembonceng pun tidak terlalu menekuk, jadi tetap nyaman meski diajak jalan jauh. Lanjut ke suspensi. Saat digeber melewati beberapa tikungan mulus dan tikungan yang bumpy masih terasa nyaman.

Memang dirasa sedikit keras pada suspensi belakang, namun terasa stabil saat menikung. Apalagi suspensi belakang disokong sistem pro-link, setiap hentakan yang diterima pun lembut diredam dan reboundnya halus.

Saat menghentikan laju, rem depan yang di lengkapi kaliper dua piston dan belakang satu piston dirasa pakem. Padahal kalau dilihat-lihat, tampak luar piranti pengereman ini tidak berbeda dengan yang digunakan pada New MegaPro.

Performa
Berkendara melewati kemacetan dan sesekali mencoba top speed di jalan yang sepi terasa masih menyenangkan. Putaran mesin terasa galak mulai di 6.000 rpm ke atas sehingga tetap responsif karena torsinya lumayan besar. Honda mengklaim mencapai 13,1 Nm di 8.000 rpm.

Jadi jangan heran meski di atas kertas spesifikasinya lebih mirip CBR150R yang baru enak di putaran menengah-atas, tapi kenyataanya berbeda ketika dipakai harian. Akselerasi putaran bawahnya masih tergolong responsif.

Beberapa penyebabnya adalah perbandingan final gir 15/45 yang digunakan CB150R, sedang CBR150R menggunakan gir 15/43. Honda juga telah merivisi noken as atau kem, khusunya untuk mengatur ulang bukaan klep buangnya.

Di putaran atas, speedometer digitalnya masih bisa menunjukan angkan 130 km/jam meski nafas motor belum habis. Oiya, gigi 6 pada motor ini lebih diperuntukan sebagai over drive saja. Nafasnya sangat panjang diperuntukan untuk menghemat BBM pada kecepatan tinggi.

Puas merasakan performanya, dua kali kami melakukan pengukuran konsumsi bahan bakar dengan metode full to full. Setelah melewati banyak kemacetan dan beberapa kali geber hingga kecepatan tinggi, hasilnya 1 liter bahan bakar mampu digunakan untuk menempuh jarak 35 km. Beda tipis seperti klaim pabrikan yang menyebutkan angka 1:36 kilometer.  (motorplus-online.com)

Data Akselerasi (Tabloid OTOMOTIF)
0-60 km/jam: 3,8 detik
0-80 km/jam: 6,8 detik
0-100 km/jam: 11,7 detik
0-100 meter: 7 detik
0-201 meter: 11 detik
0-402 meter: 18,2 detik


Spesifikasi
Panjang X lebar X tinggi : 2.008 x 719 x 1.061 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.288 mm
Jarak terendah ke tanah : 148 mm
Berat kosong : 129 kg
Tipe rangka : Diamond Steel (Truss Frame)
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal (Sistem Suspensi Prol-Link)
Ukuran ban depan : 80/90 17M/C 44P (Tubeless)
Ukuran ban belakang : 100/80 17M/C 52P (Tubeless)
Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
Kapasitas tangki bahan bakar : 12 liter
Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
Volume langkah : 149,48 cm
Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
Gigi Transmsi : 6-Kecepatan
Pola Pengoperan Gigi : 1 N 2 3 4 5 6
Starter : Pedal & Elektrik
Aki : MF 12 V 5 Ah
Sistem Pengapian : Full Transistorized

Riding gear: Alpinestars-ProRiders 021-57931965

Penulis : RezaSS | Foto : Popo

Berita Test Ride Lainnya

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Ducati Rilis Tiga Moge Baru di IIMS 2014

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top