Rabu, 27 Agustus 2014 22:52 WIB

LAST UPDATE

Test

Selasa, 21 Agustus 2012 12:01 WIB

Upgrade Performa Yamaha Xeon, Dahsyat Naik 5,15 dk


Virus kecepatan tinggi menjangkit berbagai kalangan. Termasuk Errol Renaldi, bapak 37 tahun pembesut Yamaha Xeon 2011 asal Bintaro, Jakarta Selatan. Untuk itu perlu upgrade performa Xeon supaya ngacir.

Upgrade dilakukan sebagai obat penawar virus speed lover yang dialami wirausaha di bidang ekspedisi ini. “Selain itu, agar motor lebih enak ketika plintir gas, walau hanya dari kantor ke rumah,” kata Errol panggilan akrabnya.

Urusan meningkatkan performa yang dimiliki oleh Yamaha Xeon ini, dia mempercayakan semuanya kepada Freddy A. Gautama dari bengkel Ultraspeed Racing, di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 42, Ciledug, Tangerang.

Biar lebih jelas, nyok kita kupas tuntas apa saja obat kuatnya. Motor yang memiliki spesifikasi diameter piston 52,4 mm dan langkah 57,9 mm ini coba dibore up.

Diameter pistonya diubah jadi 57 mm. Karena diameter boring jadi lebih tipis, agar tidak mudah panas lantas doi aplikasi liner merek Bioli. “Kalau dihitung menggunakan rumus yang dipelajari ketika SMK, cc yang tadinya 125 sekarang berubah jadi 147,6 cc,” papar Fredy.

Pengaturan buka-tutup klep in dan ex, doi mempercayakan kem merek 4Speed. Agar pemasukan bahan bakar dan pengeluaran sisa pembakaran lancar, lubang in-ex ikut diporting sekitar 1 mm.

Timing pengapian dibuat lebih advance lewat aplikasi CDI aftermarket berlabel BRT tipe Dual Band. Aliran listrik yang nantinya diletikan menjadi loncatan bunga api busi dialirkan dulu ke koil merek Carspeed.

Agar hasilnya jelas, motor yang kalau dibulatkan sudah jadi 150 cc ini langsung masuk dinotes. Kan Ultraspeed juga punya alat ini.

Yamaha Xeon kepunyaan Errol di running beberapakali. Sehingga didapat power dan torsi yang maximal. Data menunjukan, Xeon ini memuntahkan power sebesar 13,40 hp/8.601 rpm. Sedangkan torsi bermain di rentang 14,17 Nm/6.587 rpm.

Bandingkan dengan Yamaha Xeon yang masih standar ting ting macam Ayu Tingting. Powernya mencapai 8,25 hp/6.240 rpm dan torsi 9,69 Nm/6.000 rpm. Kalau dilihat, selisih yang sudah diboreup dan standar, power sekitar 5,15 dk dan torsi 4,48 Nm.

“Hasilnya lebih enak, dan genjotan gas lebih responsif. Jadi terobati nih virus speed lovernya he...he...,” senang Errol.  (motorplus-online.com)

Power (dk)
rpm Standar Upgrade

4.500 0,82 3,15
5.000 5,54 8,31
5.500 7,70 9,97
6.000 8,17 12,42
6.500 7,86 13,11
7.000 6,95  12,91
7.500 6,69  11,52
8.000 6,18 12,47
8.500 5,68 13,38
9.000 5,21 13,20
9.500 4,21 12,86
10.000  12,08
10.500  11,50
11.000  10,58

Torsi (Nm)
rpm Standard Upgrade

4.500 2,33 6,90
5.000 7,67 11,26
5.500 8,93 12,69
6.000 9,69 14,10
6.500 7,86 14,17
7.000 7,06 13,02
7.500 6,39 10,88
8.000 5,49 11,08
8.500 4,74 11,15
9.000 4,11 10,40
9.500 3,70 9,59
10.000  8,57
10.500  7,78
11.000  6,84

Penulis : Panji | Teks Editor : KR15 | Foto : Yudi

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Modifikasi Yamaha R25 by Jiester MotoModification

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top