Jumat, 24 Oktober 2014 03:54 WIB

LAST UPDATE

Tematis

Minggu, 05 Agustus 2012 17:06 WIB

Gas Nitrogen, Amankan Ban Dalam Perjalanan Jauh


Menjelang liburan panjang Idul Fitri, kuda besi kudu dipersiapkan lebih mantap. Siapa tau diperlukan buat pulang mudik, atau sekadar jalan-jalan turing. Termasuk mempersiapkan telapak kaki si kuda besi buat jalan jauh. Ya, mempersiapkan si karet bundar alias bannya.

Ban yang kondisinya baik sudah pasti jadi keharusan untuk jalan jauh. Tapi, tekanan ban yang konstan, dan pas lebih penting lagi. Ini bisa dijaga dengan memompa ban dengan udara yang terbaik.

"Paling baik, mengisi ban dengan gas nitrogen. Ini membuat performa ban lebih maksimal," bilang Dodiyanto, dari divisi Marketing New Product Development, PT Gajah Tunggal (GT), produsen ban motor IRC.

Dodi menjelaskan beberapa kelebihan gas nitrogen jika dipakai untuk mengisi ban. Pertama yang bisa dirasakan adalah ban membantu kinerja suspensi. Dirasanya lebih lembut dibandingkan jika di isi dengan angin biasa. "Ini karena nitrogen dapat menjaga elastisitas ban yang digunakan, sehingga kelenturan karet ban menjadi terjaga," jelas Dodiyanto.

Dwijono Priatmadi alias DJ, Technical Support PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen ban Federal dan FDR pun sepakat nitrogen sangat baik dipakai di ban untuk perjalanan jauh. Sebab, "Nitrogen dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik, membuat tekanan ban bertahan lebih lama. Sekitar 1 bulan. Sementara angin biasa akan berkurang tekanannya setelah 4 sampai 5 hari," bilang DJ.

Hal ini bisa terjadi karena nitrogen tidak mudah memuai dan terpengaruh temperatur panas. Alhasil, tekanan ban yang diisi nitrogen stabil. Tidak terpengaruh temperatur panas akibat gesekan atau sinar matahari. "Jadi, mengurangi resiko pecah ban akibat tekanan ban berlebih setelah perjalanan jauh," lanjut DJ.

Sebenarnya, pengisian ban dengan nitrogen bukan hal baru. Tapi memang, selain mahal, tidak setiap pengisian ban menyediakan gas nitrogen. Lagipula, masih pada pandangan bahwa ban yang sudah diisi dengan gas nitrogen tidak bisa dicampur dengan angin biasa.

Padahal pandangan itu salah! "Dalam keadaan darurat, seperti ketika ban bocor, nitrogen tetap bisa dicampur dengan angin biasa. Tapi, lebih baik, jika telah menemukan bengkel yang dapat mengisi ban dengan nitrogen, tekanan ban dikuras secepat mungkin dan kembali di isi dengan nitrogen," tegas Dodiyanto dan DJ sepakat.

Makanya, jauh-jauh hari, persiapkanlah ban dengan memompanya dengan gas nitrogen. Supaya perjalanan jauh nanti terasa aman dan nyaman. (motorplus-online.com)

Penulis : Aries | Teks Editor : KR15 | Foto : GT

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Ducati Rilis Tiga Moge Baru di IIMS 2014

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top