Selasa, 29 Juli 2014 08:33 WIB

LAST UPDATE

Tips

Kamis, 24 Mei 2012 16:05 WIB

Subtitusi Kampas Kopling Tiger, Kombinasi Pakai Supra


 Jangan asal pilih kampas aftermarket
Lalu lintas perkotaan yang padat, pastinya menawarkan gaya berkendara stop and go. Terlebih di jam pergi-pulang kerja. Kemacetan, hanya jadi satu pilihan. Bagi sobat yang mengandalkan pacuan berkopling manual, mau tidak mau permainan tarik-lepas tuas kopling jadi lebih sering. Efeknya, kelamaan kampas kopling jadi mudah aus.

“Mungkin tak hanya kampas kopling saja yang aus, tapi rumah kopling tengah atau kaki empat dan pasangannya juga bisa aus. Biasanya gejala kampas aus ditandai dengan kondisi mesin seperti kurang tenaga,” buka Fahrul Roji, dari bengkel Aji Motor.

Buat pemilik Honda Tiger, ada sedikit tips yang Aji ingin sharing alias bagi. Yaitu, pakai kombinasi kampas kopling aftermarket Tiger dengan kampas kopling orisinal Honda Supra 100 cc. “Meski aftermarket, tapi baiknya pilih kampas kopling yang berbahan paper seperti paper tokiwa, base sinter atau lainnya,” sarannya.

Tips ini juga tergolong hemat dana. Karena kalau kampas Tiger dijual Rp 100 ribuan. Sedang buat kampas kopling Supra hanya Rp 80 ribuan. Lalu untuk part aftermarket Tiger, biasanya di bawah Rp 100 ribu juga dong.

Tapi, ketika mencari part aftermarket, baiknya jangan asal pilih. Karena biasanya part non genuine pasti ada kelemahannya. Misalnya, karena sifatnya lebih lengket dan bila diaplikasi pada Tiger, biasanya motor susah netral atau sulit oper gigi meski tuas kopling sudah ditarik full.

Dalam urusan pemasangan, pria ramah ini mengoplos kampas kopling asli Supra dengan imitasi atau aftermarket. Buat di Tiger, Aji memasang tiga lembar kampas kopling asli Supra. Dua lembarnya lagi, diambil dari kampas kopling imitasi khusus Tiger.

"Pemasangannya gampang kok. Soalnya secara bentuk kampas kopling Tiger dan Supra tidak memiliki perbedaan,” tambah Aji lagi. Caranya, letakan kampas imitasi di bagian tengah dan diselingi kampas kopling Supra. Misalnya, kampas pertama pakai Supra. Lalu kampas kedua, pakai yang aftermarket. Begitu seterusnya hingga kampas ke-5.

Agar hasil yang lebih maksimal, saran Aji, diikuti penggantian per kopling. Yaitu pakai yang lebih keras. “Tapi, tidak semua yang diganti. Cukup separuhnya saja. Pemasangannya bisa disilang, agar balance,” tutupnya. (motorplus-online.com)  

Penulis : Ismet | Teks Editor : KR15 | Foto : Lomo

MOTORtv

JW Player goes here

Top Speed Yamaha R25 di Sirkuit Sentul

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top