Senin, 15 September 2014 10:01 WIB

LAST UPDATE

Tips

Senin, 12 Maret 2012 11:10 WIB

Jika Kick Starter Honda BeAT Mogok Kerja


Belum tentu part yang jarang dipakai bakal mulus ketika dioperasikan. Seperti kick starter motor matic. Karena sering pakai elektrik starter, maka ketika menghidupkan engine lewat dislah, malah ogah balik ke posisi semula. Misalnya, di Honda BeAT.

Kondisi seperti ini, bisa disebabkan perangkat kick starter yang kotor oleh debu dan karat. “Selain itu, bisa juga karena spindle dan driven gear kick starter aus atau rontok. Penyebab aus karena kick starter terinjak atau terengkol pembonceng ketika mesin hidup. Akibatnya, terjadi persinggungan secara berlawanan di kedua gigi,” ungkap Ruswan, mekanik dari Honda Clara Motor di Jl. Raya Panjang No.5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Akibatnya, bagian ujung di driven gear terus bergesekan dengan starter rachet teeth yang letaknya di pully depan. Ini bisa diindikasikan lewat timbulnya bunyi tanpa henti dari kick starter ketika terinjak boncenger.

Kalau sudah seperti ini, kudu ganti satu set part gigi kick starter yang dibanderol sekitar Rp 100 ribu. Tapi, kalau problem yang dialami tak sampai kondisi parah, so tinggal lakukan perawatan saja.

Pertama yang harus dilakukan, buka baut kick starter (gbr. 1) dan cover CVT (gbr. 2). Selanjutnya bersihkan debu yang terdapat pada dinding perangkat ini pakai angin tekanan dari kompresor. Setelah itu, buang karat pada as di kick starter. Caranya buka sil yang menempel di cover CVT (gbr. 3). Lalu, semprotkan cairan anti karat ke spindle kick starter.

Langkah berikutnya, berikan gemuk atau grease secukupnya pada gear yang ada di spindle (gbr 4). “Jangan gunakan oli, karena tak tahan lama, sehingga pelumasan akan kurang maksimal. Selain itu, mengakibatkan debu yang berada di dalam CVT menempel pada part dan menyebabkan cepat macet, gunakan gemuk atau grease khusus untuk CVT,” saran mekanik kelahiran Garut, Jawa Barat itu.

Pemberian gemuk atau grease juga dilakukan pada as yang berada pada driven gear atau as belakang. Terutama pada bagian ini, sering timbul karat, agar geraknya tetap lancar pada saat dipakai, maka dibutuhkan pelumas.

“Sama halnya gear yang ada pada kick starter spindle. Tak boleh pakai oli, karena menyebabkan casing CVT jadi kotor,” tutup Mekanik ramah yang baru satu tahun menikah itu.

Hayuk dibersihkan.

RAWAT DI 8.000-10.000 KM
Lakukan perawatan secara teratur pada sistem starter, kedua hal tersebut bisa dilakukan secara bersamaan ketika pengecekan bagian seputar CVT.  “Perawatan itu sendiri sangat dianjurkan setiap 6 bulan sekali atau sekitar 8.000-10.000 km. Karena pada waktu itu, timbul debu dari V-belt dan air menempel pada gear spindle dan driven gear kick starter,” saran Ruswan.

Selain merawat spindel dan part kick starter yang sudah disebut di atas, tak ada salahnya juga periksa return spring. Part yang bertugas sebagai pegas pembalik kick starter ini dicek kebersihannya.

Tak tertinggal, friction spring. Part ini berfungsi sebagai penahan driven gear ketika bekerja. Part ini mencegah as driven gear tidak keluar jalur. "Dengan melakukan perawatan rutin, hal itu bisa mengurangi dampak buruk yang akan terjadi akibat kerusakan part. Jika pegas-pegas kotor, cukup dibersihkan kain bersih. Tapi, jika lemah, baiknya ganti," tambahnya lagi. (motorplus-online.com) 


Penulis : Agil | Teks Editor : Popo | Foto : Endro

MOTORtv

JW Player goes here

Modifikasi Yamaha R25 by Jiester MotoModification

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top