Sabtu, 30 Agustus 2014 06:07 WIB

LAST UPDATE

Tips

Rabu, 25 Januari 2012 08:51 WIB

Tips P3K Hujan, Nggak Panik Kala Hujan (Bag.1)


Sekarang, hujan turun bukan cuma deras dan keras. Tapi, intensitasya lama dan bisa menimbulkan genangan air cukup tinggi di atas jalanan alias banjir.

Kondisi ini memaksa pemilik motor tetap waspada. Apalagi motor rentan air yang dapat menyebabkan pengapian ngeground, gas bakar bercampur air atau komponen selip karena kebasahan.

Biar enggak panik kalau mogok di jalan, nggak ada salahnya menyiapkan jurus tips P3K alias Pertolongan Pertama Pada saat Kebasahan.  Seperti berikut ini :

TIUP LUBANG COP BUSI
Komponen pengapian yang paling rawan cipratan air dan banjir adalah busi. Apalagi posisinya ada di luar dan hanya dibukus cop busi yang didesian kedap air. Di motor bebek dan skubek ada di bawah, sedang untuk motor sport di atas.

Tapi, sekedap-kedapnya cop busi, kalau karetnya sudah getas bikin celahnya jadi rengang. Begitu kena cipratan air setrum di kabel busi sangat mungkin terhubung ke blok mesin atau ngeground. “Akibatnya jadi mogok," ujar Slamet Edi mekanik Selta Motor di Condet, Jakarta Timur.

Solusinya, cop busi dilepas dari kabel koil. Caranya dipelintir ke kiri. Kemudian tiup air yang membasahi. Termasuk tiup lubang cop businya.

KABEL KELISTRIKAN DITUTUP
Motor-motor yang masih terlidung cover bodi, kabel kelistrikan terbilang masih aman dari siraman dan guyuran hujan. Tapi, motor yang tampil naked atau setengah telanjang, pastikan soket-soket kabel pada terminal kelistrikan benar-benar aman dari genangan air. Hal itu juga pemicu motor mogok di jalan lantaran setrum korslet ke masa.

Biasanya kejadian ini sering terjadi pada motor-motor yang punya soket atau terminal kabel sangat dekat dengan sasis. Begitu setrum ngeground ke rangka atau mesin, motor pun mogok di jalan lantaran tidak ada setrum ke pengapian.

Biar tidak korslet, ada baiknya soket dan terminal diperkuat. Sekaligus diberi pelindung agar tidak mudah ngeground ketika kena air hujan.

SLANG PEMBUANGAN KARBU
Rupanya slang pembuangan dari karbu juga mengisap air. “Atau bahkan menarik butir-butir air atau uap saja. Akhirnya masuk ke dalam mangkuk karburator,” jelas Bule alias Samsuri, mekanik Pejuangan Motor Jakarta Barat.

Karena masuk ke dalam mangkuk karburator, sudah pasti air tadi diam di dasar mangkuk. Atau bahkan ikut terisap juga ke dalam silinder. “Awalnya mesin hanya mbrebet dan akhirnya mogok,” jelas mekanik yang sekarang gabung di ADR Speed itu.

Menghindari terjadinya isapan air, lebih baik posisi slang dinaikkan arahnya. Kalau di bebek, biasanya slang diikatkan pada kepala silinder. Tapi, kalau mau aman, sehabis libas genangan air, bensin di bak karbu dibuang lewat slang tadi.  (motorplus-online.com)

Penulis : kR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Endro

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Modifikasi Yamaha R25 by Jiester MotoModification

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top