Jumat, 18 April 2014 04:25 WIB

LAST UPDATE

Modifikasi

Kamis, 15 Desember 2011 15:38 WIB

Honda GL-Pro Neo Tech, Brat Style Dekati Tracker


Melihat pacuan milik Fikri Antony ini, seolah perpaduan antara gaya brat style dan tracker. Hanya saja, gaya brat cenderung lebih kuat menghiasi pacuan berbasis Honda GL-Pro Neo Tech lansiran 1996 ini. Apalagi buntut belakang tak melancip.

“Fikri ingin motor ini bergaya brat. Dia punya dua motor, satunya lagi Kawasaki KLX 150. Tapi, itu untuk adventure aja. Nah, GL-Pro ini yang khusus buat di jalan raya,” ungkap Sugiyono dari Rockwell Workshop di Jl. Sumur Batu Raya, Blok A3, No. 2, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Demi mengikuti konsumennya, Sugiyono memutar otak. Sebab, doi ingin tetap pakai sasis standar GL-Pro demi kejar penampilan chopper bergaya Inggris itu. Alasannya, tanpa mengubah sasis pun sudah bisa jadi brat style.

Tapi, sub frame milik GL-Pro punya bagian lekukan yang membuat roda lebar jadi mentok ketika dipasang. Apalagi, buritan juga dibuat lebih pendek. Solusinya, ganti sub frame.

"Sasis belakang dipotong mulai bagian lekukan. Diganti pakai pipa baja diameter 22 mm sepanjang 60 cm agar lebih lebar,” kata pria yang akrab disapa Mas No itu.

Posisi dudukan sok juga ikut diubah. Letaknya, dibuat lebih maju sekitar 8–10 cm dari posisi standar GL. “Kan tujuannya untuk bikin rendah bagian belakang agar enggak nungging,” timpalnya.

As bushing sok, tetap pakai milik GL-Pro. Tapi, braket atau buat dudukan as bushing dirancang ulang pakai besi pelat tebal 5 mm. “Dengan lebih majunya dudukan ini, sok jadi lebih landai dan empuk,” tambahnya lagi.

Menemani ubahan sasis belakang, lengan ayun juga mengambil tema bulat. Pakai swing arm milik Yamaha RX-King tahun lama, butuh penyesuaian agar masuk ke sasis GL-Pro.

Sebab arm RX-King yang menganut model H, bagian tengahnya mentok deng­an sasis. Maka itu, besi tengah arm dipapas sekitar 2 cm. Selesai ubahan ini, arm pun tinggal pasang! Jadi, ban dan pelek diameter 18 inci bisa masuk.

Selesai bermain buritan, kini Mas No tinggal garap sektor haluan. Terutama, bagian kaki-kaki. Sok depan GL-Pro, perannya digantikan peredam kejut teleskopik milik Yamaha Byson.

"Pilihannya karena sok Byson lebih besar. Jadi, motor terlihat lebih kekar,” sebut modifikator 31 tahun yang rumah modifikasinya lagi kebanjiran pengguna KLX 150 itu.

Pakai sok sport Yamaha bergenre street fighter itu, tentu butuh penyesuaian. Apalagi, tak hanya sok saja yang dipakai. Segitiga atas-bawah juga comot part dari varian yang sama. “Penyesuaiannya cuma di bagian as komstir aja. Bagian ini, dibubut agar masuk ke lubang as komstir GL-Pro yang lebih kecil,” tutup Mas No.

Paduan terakhir, paling hanya menyesuaikan antara tampilan tangki dan jok juga sepatbor depan-belakang. Tangki sendiri, pesan ke Solo. Bentuknya dibuat sedikit mirip motor trail zaman dulu!

Mantap!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan    : Deli Tire 100/80-18
Ban belakang    : Deli Tire 120/80-18
Sok belakang    : YSS Z-Series
Setang    : Kawasaki Ninja 150
Rockwell Workshop : 0856-9354-0003

Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Sang legenda Vespa Primavera hadir di Indonesia

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top