Kamis, 31 Juli 2014 23:31 WIB

LAST UPDATE

Bisnis

Selasa, 22 November 2011 07:26 WIB

Honda Tiger Seken Tahun Muda, Harga Stabil


Pasarnya kelas menengah yang mapan
Pasaran seken Honda Tiger tergolong stabil. Maklum, kelas penggunanya bisa ditebak, yaitu biker yang memang memerlukan motor sebagai kendaraan kedua untuk memperlancar mobilitas dan transportasi kerja. Atau mungkin para 'pelarian' pemakai mobil yang gak tahan dengan macetnya jalan raya.

Makanya pasar sekennya cenderung tidak berubah. "Harga stabil, tidak mudah terpengaruh suasana, misal akhir tahun atau awal tahun. Orang yang beli Tiger biasanya karena naik kelas dari bebek atau turun dari kalangan roda empat untuk antisipasi macet," buka Wanto dari Manca Motor, showroom motkas di Jl. Basuki Rahmat No. 9, Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut pengakuan Wanto, stabilnya harga seken, dalam sebulan ia mampu menjual 7-8 unit Honda Tiger.  "Terutama untuk Tiger tahun-tahun muda. Mulai 2006 ke atas atau Tiger Revo," lanjutnya.

Konsumen biasanya melihat kondisi bodi dan mesin. Kondisi bodi mulus, sangat menentukan harga tinggi. Pembeli selalu melihat tampilan luarnya dulu baru  ngecek mesin. Bodi mulus ditambah mesin standar bagus, tentu harga juga nangkring tinggi.

"Kalau majang Tiger modif malah lakunya agak lama. Pembeli umumnya kurang menyukai. Kadang yang modifan malah harganya turun. Karena modifikasi selera perseorangan, belum tentu orang lain suka," tambah Jamuir dari Berkah Motor III di Jl. Raya Ratna No. 17, Jatibening, Bekasi.

Kondisi bodi dan mesin standar, bisa dtebak dipakai buat sehari-hari. Kalau sudah modif, curiganya mesin pernah dioprek-oprek. "Kalau hobi modif, biasanya transaksi jual-belinya lewat teman-teman saja. Harganya juga enggak bisa diukur. Tergantung modifnya. Kadangkala harga modifnya hampir sama kayak harga motor," tambah Jamuir.

Stabilnya pasar seken Honda Tiger juga dipengaruhi mesin Tiger tergolong kuat, bandel. Gak banyak kelemahannya. "Paling yang perlu diperhatikan kalau beli seken, ganti rantai keteng. Harganya juga enggak mahal, paling seratus ribuan. Untuk kelas konsumen Tiger, harga segitu enggak terlalu mahal," ujar Wanto.

Untuk warna, konsumen lebih suka hitam. "Mungkin sesuai dengan karakter motornya. Motor laki, warna hitam kan lebih terasa garang," komentar Wanto.

Soal harga, "Kebetulan yang ada di lapak, tahun paling lama 1996, kami buka harganya Rp 7 jutaan. Tapi, lebih banyak yang cari tahun 2000-an. Paut harganya tiap tahun paling tinggi Rp 500.000,"  aku Wanto.

Pasar paling banyak mulai tahun 2006. "Banyak yang cari tahun 2006, tapi barangnya tergolong sedikit. Kalau ada, enggak lama nangkring di lapak," aku Wanto yang buka 3 lapak di wilayah berbeda di Jakarta Timur. Ikut nangkring juga dong.  (motorplus-online.com)

DAFTAR HARGA

1996-1997:Rp. 7.000.000
1998:Rp. 8.000.000
1999:Rp. 9.000.000
2000:Rp. 10.000.000
2001:Rp. 11.000.000
2002:Rp. 12.000.000
2003:Rp. 12.400.000
2004:Rp. 12.750.000
2005:Rp. 13.000.000
2006:Rp. 14.000.000
2007:Rp. 15.000.000
2008:Rp. 16.750.000
2009:Rp. 17.500.000
2010:Rp. 18.500.000

Penulis : Tining | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo

Berita Terkait

MOTORtv

JW Player goes here

Top Speed Yamaha R25 di Sirkuit Sentul

VIDEO LAIN

MOTORtv

Top